Breaking News

Viral, Kepala SDN 3 Sinar Sari Protes Keras Temukan Menu MBG Busuk Tak Layak di Kosumsi

Lampung Utara, Lintas Journal.com – Sebuah video yang memperlihatkan kemarahan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Sinar Sari, Kota Bumi, Lampung Utara, terkait kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendadak viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Kepala Sekolah yang diketahui bernama Ida Yuliana itu meluapkan kekecewaannya karena menu makanan yang dikirimkan ke sekolahnya dinilai sangat tidak layak untuk dikonsumsi oleh para siswa.

Temuan Makanan Tak Layak
Ida memperlihatkan isi food tray (nampan makanan) MBG yang berisi lauk telur mata sapi, sayur, tempe, dan buah anggur. Namun, kondisi tempe dan buah anggur pada hari itu sudah dalam keadaan busuk. Ia juga menyebutkan bahwa rasa tempe sudah pahit, sementara sayurnya berlendir.

"Hai ini, apa anggapan kamu orang ngasih tempe-tempe busuk, ngasih anggur busuk? Ini bukan binatang bukan, ini anak sekolah," ucap Ida dengan nada tinggi dalam video yang diunggah oleh akun Facebook Lampung Geh News.

Ia menegaskan bahwa kejadian ini bukan kali pertama dialami sekolahnya. Sebelumnya, pihak sekolah juga kerap menerima buah-buahan yang tidak segar.

"Udah kebiasaan! Kadang jeruk busuk, kadang salak busuk. Ini anggur makanan hewan! Makan sama kamu orang," imbuhnya.

Tuntut Profesionalisme dan Tanggung Jawab
Ida mendesak pihak pengelola Dapur MBG untuk bertanggung jawab atas kesehatan anak didiknya jika terjadi hal yang tidak diinginkan akibat makanan tersebut.

"Kalau murid kami keracunan apa kamu mau tanggung jawab? Tolong temuin saya sama yang punya MBG. Ya! Ini penghinaan buat kami," tegasnya.

Ia juga menyarankan agar pihak penyedia mengevaluasi tenaga kerjanya dan merekrut orang-orang yang kompeten dalam mengelola makanan.

"Makanya cari pekerja itu yang betul-betul profesional. Kalau memang nggak bisa bekerja, ganti pekerja! Jangan masukin barang busuk kayak gini! Ini bukan makanan manusia," lanjut Ida.
Masalah Operasional dan Kompensasi

Selain kualitas makanan, Ida juga menyoroti ketidakkonsistenan operasional penyedia makanan. Ia mengungkapkan bahwa pihak penyedia sempat tidak beroperasi selama tiga minggu dengan alasan dana dari pusat belum cair, namun tidak ada kompensasi yang diberikan kepada pihak sekolah.
"Saya sudah bersabar dengan kamu, dari 3 minggu kamu tidak beroperasional, kompensasi buat SD kami tidak ada, tanggapan kamu juga tidak ada," ungkapnya.

"Minggu kemarin mereka tidak beroperasional, mereka bilang dana anggaran tidak turun dari pusat dan mereka bilang lagi anggaran 3 minggu tidak mereka ambil dari pusat," sambung Ida menjelaskan alasan pihak penyedia.

Dukungan Warganet
Aksi berani Ida dalam membela hak siswanya menuai pujian luas. Video viral yang di unggah oleh akun Faacbook Lampung Geh News tersebut kini telah diputar lebih dari 1,1 juta kali dan mendapatkan lebih dari 4.163 komentar warganet. Banyak warganet yang mendukung langkah tegas sang kepala sekolah.

"Betul Bu guru....harus dikritisi karena ini tidak gratis. Dibiayai dengan pajak yang dipungut dari rakyat Indonesia," tulis akun Abu Hanifah New.

Dukungan serupa juga datang dari akun Mohamad Sholeh yang menuliskan, "  Anak saya juga dapat MBG tetapi kadang saya juga menemukan hal yg sama persih disampaikan oleh Ibu Kepala Sekolah ini, Lanjutkan BU..."

Sementara itu, beberapa wali murid juga mengaku mengalami hal serupa. "Anak saya juga dapat MBG tetapi kadang saya juga menemukan hal yang sama persis disampaikan oleh Ibu Kepala Sekolah ini," tulis salah satu warganet di kolom komentar.  red

0 Comments

© Copyright 2024 - lintasjournal