PIDIE JAYA , LINTAS JOURNAL.COM— Pengurus Wilayah (PW) Himpunan Perawat Anestesi Indonesia (HIPANI) Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya. Penyaluran bantuan difokuskan ke Meureudu dan Desa Dayah, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, dengan melibatkan 10 relawan dari jajaran pengurus PW HIPANI Aceh.
Di tengah kondisi medan yang berat dan akses yang terbatas, para relawan hanya mampu menjangkau dua desa tersebut. Selain menyalurkan bantuan, relawan juga turut membantu warga membersihkan dampak bencana, termasuk tumpukan lumpur dan material sisa bencana di lingkungan permukiman.
Kegiatan kemanusiaan ini turut dihadiri Ketua PW HIPANI Aceh Ns. Bakhtiar, Sekretaris PW HIPANI Aceh Ns. Arif Munandar, serta delapan pengurus PW lainnya. Di lapangan, semangat gotong royong tetap menyala meski sebagian relawan dan pengurus juga memiliki keluarga yang terdampak bencana, bahkan terdapat anggota PW HIPANI Aceh yang ikut menjadi korban dan tetap turun membantu pembersihan.
Bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari Masyarakat Indonesia, Pengurus Pusat (PP) HIPANI, serta anggota HIPANI se-Indonesia yang mengirimkan donasi melalui rekening PW HIPANI Aceh. PW HIPANI Aceh memastikan penyaluran dilakukan secara terarah sesuai kebutuhan warga pada titik yang berhasil dijangkau.
Ketua PP HIPANI Ns. Imam Subhi menyampaikan bahwa gerakan kemanusiaan ini adalah wujud kepedulian profesi terhadap masyarakat. “Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan masyarakat dan soliditas anggota HIPANI se-Indonesia yang telah menitipkan amanah donasi. Bantuan ini adalah wujud kepedulian profesi, bahwa perawat anestesi hadir bukan hanya di ruang layanan, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan dukungan kemanusiaan,” ujarnya.
Ketua PW HIPANI Aceh Ns. Bakhtiar menegaskan bahwa penyaluran gelombang pertama dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan relawan dan keterbatasan akses. “Medan menuju lokasi sangat berat, sehingga pada penyaluran ini kami baru bisa menjangkau dua desa, Meureudu dan Desa Dayah di Kecamatan Meurah Dua. Namun kami tidak hanya menyalurkan bantuan, kami juga ikut membersihkan tumpukan lumpur bersama warga. Insyaallah setelah ini akan ada kegiatan kedua, gelombang dua, untuk menembus wilayah yang lebih sulit dijangkau,” kata Bakhtiar.
Sekretaris PW HIPANI Aceh Ns. Arif Munandar menjelaskan bahwa distribusi dilakukan secara kolektif oleh relawan dan pengurus yang turun langsung. “Penyaluran ini kami laksanakan bersama 10 relawan dari PW HIPANI Aceh. Bantuan yang kami bawa adalah amanah dari masyarakat Indonesia, PP HIPANI, dan rekan-rekan HIPANI se-Indonesia yang berdonasi melalui rekening PW. Kami berupaya memastikan distribusi tepat sasaran sesuai kebutuhan warga di lokasi yang terjangkau,” ujarnya.
Seorang warga terdampak di Meureudu dan Desa Dayah mengaku terbantu dengan kehadiran relawan yang tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga ikut bekerja bersama masyarakat. “Kami bersyukur ada yang datang membantu di saat kondisi sulit. Bantuan yang dibawa sangat berarti, apalagi relawan juga ikut turun tangan membersihkan lumpur. Kehadiran mereka membuat kami merasa tidak sendirian,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu anggota HIPANI yang turut terdampak bencana menyatakan tetap memilih hadir untuk membantu warga. “Saya juga terdampak bencana, keluarga dan lingkungan kami merasakan langsung beratnya kondisi. Tapi saya memilih tetap turun bersama rekan-rekan untuk membantu warga, membersihkan lumpur, dan memastikan bantuan sampai. Ini bentuk solidaritas, kita saling menguatkan,” katanya.
0 Comments