Breaking News

Ratusan Lalat Serbu Permukiman, Warga Prumnas Griya Nuansa Dan Warga Talang Tembesu Enam Kandang Ayam Diduga Abaikan Kesepakatan

Tulang Bawang, Lampung – Lintas Journal.com

Warga di dua kawasan permukiman, yakni Perumnas Griya Nuansa dan Lingkungan Talang Tembesu, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, mengeluhkan serbuan ratusan hingga ribuan lalat yang diduga berasal dari enam kandang ayam yang berlokasi tidak jauh dari rumah penduduk.

Serangan lalat tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan, namun juga menimbulkan bau menyengat serta ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat, seperti risiko penyakit diare dan gangguan pencernaan akibat lalat yang hinggap di makanan dan peralatan rumah tangga.

Menurut keterangan warga, kondisi ini kerap terjadi setiap selesai panen ayam, yang menandakan buruknya pengelolaan limbah dan sanitasi kandang oleh para pengusaha ternak.

Kandang Diduga Dikelola Asal-Asalan

Warga menilai, penumpukan kotoran ayam, sisa pakan, serta kondisi kandang yang lembap dan minim ventilasi menjadi penyebab utama ledakan populasi lalat. Lokasi kandang yang terlalu dekat dengan permukiman juga memperparah dampak pencemaran lingkungan.

“Setiap hari rumah kami dipenuhi lalat. Mau makan saja tidak nyaman. Warung-warung juga sepi pembeli,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.

Kesepakatan Tinggal Janji, Warga Kecewa

Sebelumnya, para pengusaha kandang ayam disebut telah membuat kesepakatan dengan warga untuk memberikan kontribusi berupa 10 kilogram obat bubuk pembasmi lalat setiap bulan sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

Namun, kesepakatan tersebut diduga tidak pernah direalisasikan.

“Itu cuma janji manis. Sampai sekarang tidak ada satu pun obat lalat yang diberikan,” tegas warga setempat.

Warga Desak Pemerintah Bertindak Tegas

Atas kondisi tersebut, warga mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait agar tidak tutup mata. Mereka meminta agar segera dilakukan penertiban, termasuk pencabutan izin usaha jika para pengusaha kandang ayam terbukti melanggar aturan dan tidak mematuhi standar pengelolaan lingkungan.

Beberapa tuntutan warga antara lain:

Pembentukan Satgas Penertiban Kandang Ayam

Perbaikan total sistem pengelolaan limbah dan sanitasi kandang

Penegakan aturan jarak kandang dengan permukiman

Penutupan kandang yang membandel dan merugikan masyarakat


Warga menegaskan, apabila tidak ada tindakan nyata dari pemerintah, aksi protes lanjutan tidak dapat dihindari.

“Kami hanya ingin hidup sehat dan nyaman di rumah sendiri. Kalau pengusaha tidak patuh aturan, izinnya harus dicabut,” pungkas warga.

0 Comments

© Copyright 2024 - lintasjournal